Makanan masuk melalui mulut, kemudian lewat esofagus, diteruskan ke dalam lambung , kemudian bercampur dengan getah lambung serta asam klorida. Pencernaan tahap awal dimulai dalam lambung, diteruskan ke dalam duodenum melalui pilorus. Dalam duodenum makanan yang berasal dari lambung bercampur dengan empedu, berbagai enzim dari pankreas dan proses pencernaan sempurna dimulai.
Penyerapan zat gizi akan berlangsung sepanjang usus halus, sedangkan zat sisa akan diteruskan ke kolon. Di sepanjang usus besar terjadi penyerapan air sehingga zat sisa dapat dipadatkan untuk akhirnya dibuang ke luar tubuh melalui anus.
Dengan melihat peranan saluran pencernaan dalam proses pencernaan makanan, apabila terjadi gangguan pencernaan, maka diperlukan perubahan makanan baik konsistensi maupun jenis bahan makanan yang diperbolehkan.
Diet terapi merupakan modifikasi daripada diet normal. Dengan diet normal diartikan diet yang adekuat dan dapat memenuhi segala kebutuhan zat gizi bagi pertumbuhan, perbaikan jaringan dan fungsi normal organnya.
Modifikasi diet normal diperlukan pada berbagai macam penyakit dengan ketentuan, bahwa :
- diet tersebut tidak boleh menyimpang banyak dari diet normal
- diet demikian harus sedapat mungkin memenuhi kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi esensial jika kondisi penyakitnya mengizinkan
- diusahakan supaya merencanakan diet yang disukai oleh penderita tanpa mengesampingkan keadaan ekonominya
Dapat dikatakan bahwa hampir seluruh makanan diserap oleh usus kecil. Proses pencernaan makanan yang sebagian sudah dilakukan dalam lambung diteruskan di duodenum dengan bantuan enzym-enzym pankreas dan usus kecil hingga diubah dalam bentuk yang dapat diserap oleh usus. Fungsi utama usus besar adalah untuk mengabsorbsi air dan menggerakkan feses melalui rektum keluar. Adakalanya prosedur yang normal ini mendapat gangguan hingga terjadi keadaan-keadaan yang tidak diharapkan dan memberi gejala diare atau konstipasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar